Nes, selama ini kan aku sering menonton film 3 dimensi. Sebenarnya gimana sih cara bikin film 3D itu?
- wahab Islami
Sepertinya wahab mau jadi animator 3D nih hehehe. Kalau iya, jangan khawatir, Nesi akan beri tahu cara membuatnya!
Seperti Membuat Patung dari Tanah Liat
Pernah melihat pembuatan patung dari tanah liat? Cara itu mirip sekali dengan pembuatan tokoh animasi 3D. Bedanya, bahan yang digunakan bukan tanah liat, melainkan program komputer khusus animasi 3D .
Program komputer menyediakan berbagai macam bentuk dasar, seperti bulatan, kubus, atau silinder. Setiap bentuk dasar itu punya titik-titik yang bisa ditarik-tarik. Setiap kali ditarik atau dipindahkan, bentuk tersebut jadi berubah.
Nah, setelah animator (orang yang membuat animasi) memilih bentuk yang cocok, ia lalu menarik/memindahkan titik-titik itu hingga membentuk wujud karakter yang diinginkan.
Diberi “Engsel”
Setelah wujudnya terbentuk dengan benar, animator mulai membatasi gerakan karakternya. Caranya, bagian tubuh dan kepala karakter yang bisa bergerak diberi persendian. Persendian ini mirip seperti engsel pintu, berguna untuk membatasi gerak tubuh.
Contohnya, sendi lutut membuat lutut karakter 3D bisa menekuk ke
belakang tetapi tidak bisa menekuk ke depan. Sendi kepala membuatnya
bisa menekuk kepala ke depan, belakang, samping, dan memutar.
Dibungkus dan diwarnai
Pada tahap ini, wujud karakter 3D hampir selesai. Namun, kalau karakternya masih bolong-bolong tentu terlihat aneh. Jadi, si karakter harus “dibungkus”!
Animator bisa memilih warna dan bahan pembungkusnya. Misalnya, untuk bajunya bisa dipilih berbagai macam bahan, sutera, wol, atau katun. Lalu, animator juga memilih warna yang sesuai.
“Syuting” pun dimulai
Nah! Si karakter 3D sekarang sudah siap! Persis seperti syuting film. Pertama-tama, karakter ini harus dibawa ke lokasi “syuting”. Lokasi tsyutingnya dibuat dengan program komputer khusus animasi 3D secara terpisah.
Setelah itu, animator mulai mengatur pencahayaannya. Misalnya, di
pagi hari, matahari bersinar di sebelah timur. Setelah itu, warna
karakter dan warna lokasi tersebut dicocokkan. Bayangan yang jatuh pada
karakter dan bayangan setiap benda yang ada juga diatur sesuai dengan
dunia nyata.
Gerakan Harus Heboh
Waktunya si karakter beraksi! Animator mulai menggerakkan karakter 3D sesuai cerita. Ia bisa dibuat melompat, menari, berlari, mengendap-endap, atau tertawa.
Untuk membuat gerakan dalam animasi 3D tidak gampang, lho. Ada
aturan-aturan khusus! Biasanya, supaya lebih menarik, gerakan-gerakan
tokoh animasi dibuat lebih heboh daripada gerakan kita sehari-hari.
Misalnya, untuk menoleh ketika dipanggil, biasanya kita hanya menggerakkan kepala. Tetapi, dalam animasi, bukan hanya kepala yang bergerak. Badan harus berputar lebih dulu, baru boleh menoleh.. Hihihi… Ternyata, aturan untuk membuat tokoh animasi 3D bergerak lucu juga ya? )
Wah film 3D apa yang jadi favoritmu? The Antz, Toy Story, Finding Nemo, atau film buatan negeri sendiri seperti Homeland dan Mengejar Mimpi?
- wahab Islami
Sepertinya wahab mau jadi animator 3D nih hehehe. Kalau iya, jangan khawatir, Nesi akan beri tahu cara membuatnya!
Pernah melihat pembuatan patung dari tanah liat? Cara itu mirip sekali dengan pembuatan tokoh animasi 3D. Bedanya, bahan yang digunakan bukan tanah liat, melainkan program komputer khusus animasi 3D .
Program komputer menyediakan berbagai macam bentuk dasar, seperti bulatan, kubus, atau silinder. Setiap bentuk dasar itu punya titik-titik yang bisa ditarik-tarik. Setiap kali ditarik atau dipindahkan, bentuk tersebut jadi berubah.
Nah, setelah animator (orang yang membuat animasi) memilih bentuk yang cocok, ia lalu menarik/memindahkan titik-titik itu hingga membentuk wujud karakter yang diinginkan.
Diberi “Engsel”
Setelah wujudnya terbentuk dengan benar, animator mulai membatasi gerakan karakternya. Caranya, bagian tubuh dan kepala karakter yang bisa bergerak diberi persendian. Persendian ini mirip seperti engsel pintu, berguna untuk membatasi gerak tubuh.
Dibungkus dan diwarnai
Pada tahap ini, wujud karakter 3D hampir selesai. Namun, kalau karakternya masih bolong-bolong tentu terlihat aneh. Jadi, si karakter harus “dibungkus”!
Animator bisa memilih warna dan bahan pembungkusnya. Misalnya, untuk bajunya bisa dipilih berbagai macam bahan, sutera, wol, atau katun. Lalu, animator juga memilih warna yang sesuai.
“Syuting” pun dimulai
Nah! Si karakter 3D sekarang sudah siap! Persis seperti syuting film. Pertama-tama, karakter ini harus dibawa ke lokasi “syuting”. Lokasi tsyutingnya dibuat dengan program komputer khusus animasi 3D secara terpisah.
Gerakan Harus Heboh
Waktunya si karakter beraksi! Animator mulai menggerakkan karakter 3D sesuai cerita. Ia bisa dibuat melompat, menari, berlari, mengendap-endap, atau tertawa.
Misalnya, untuk menoleh ketika dipanggil, biasanya kita hanya menggerakkan kepala. Tetapi, dalam animasi, bukan hanya kepala yang bergerak. Badan harus berputar lebih dulu, baru boleh menoleh.. Hihihi… Ternyata, aturan untuk membuat tokoh animasi 3D bergerak lucu juga ya? )
Wah film 3D apa yang jadi favoritmu? The Antz, Toy Story, Finding Nemo, atau film buatan negeri sendiri seperti Homeland dan Mengejar Mimpi?
salam sayang buat pacarku yang ada di blitang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar